Tuesday, June 20, 2017

JURUS JITU AGAR ANAK SUKA SAMBAL


Buat para Ibu, Bunda, Emaks pernahkah kalian merasa iri dengan ibu-ibu yang nyuapin anaknya makan nasi pake sambal pedas, terus si anak makan dengan lahapnya. Kalau iya berarti jawabnnya sama kek saya, saya juga iri  he … Lalu, jadi bertanya-tanya gimana ya , cara agar anak – anak bisa juga ikut makan sambal. Sebab,  jika anak-anak pada nggak doyan sambal, mau nggak mau, para ibu pasti bikin lauk pauknya dua jenis, untuk orang dewasa dan anak-anak. So pasti, untuk anak-anak yang nggak ada sambalnya. Kalo misalnya lagi masak ayam goreng atau ikan goreng, nggak terlalu ribetlah tinggal misahin dengan yang nggak ada sambalnya. Nah, kalau  timenya pak suami request ikan asin sambal cabe hijau plus pete di tambah lalapan pucuk ubi. Ajiiib,…pak suami bakal kringatan makan sambal cabe hijaunya, apalagi dipadukan dengan bumbu cinta. Semakiiiiin berbunga-bunga hati emak lihat piring pak suami  kinclong walaupun belum di basuh.
Namun, bagaimana dengan anak-anak yang nggak doyan sambal?, ribetkan, mana maulah mereka makan ikan asin apalagi pete. Jadi Emak mau tak mau, membuat dua jenis lauk pauk untuk si kecil juga. Kalua saya sih, paling yaa,  dadar telur buat anak-anak. Eee, tapi yang bikin repot itu, jika silaturahmi dirumah sodara atau teman. Teruss, saat di tawarin makan, nggak mungkin dong kita request lauk pauk pilihan anak-anak tanpa ada sambalnya.
Terkadang, adalagi nih yang paling bikin para emak stress berat adalah soal aksi “GTM” alias Gerakan Tutup Mulut, yang di lakukan anak – anak pada saat akan makan. Ada saja alasan mereka untuk tidak makan nasi, membuat emak pusing tujuh keliling. Barangkali ada hubungannya ya antara doyan sambal dengan yang tidak doyan. Kita yang dewasa aja, kalo makan nggak pake sambal sama sekali pasti hambarkan rasa makannya kita. Begitu juga dengan anak- anak yang nggak doyan sambal, makanya mereka sering pasang aksi  GTM. Anak-anak yang doyan sambal mah, sambal ikan asin lewaat. Lihat adik ipar yang uploud fhoto menu masakannya untuk makan siang, jadi mupeng, karena full sambal lado. Anaknya yang berusia dua tahun doyan sambal habisss.

Monday, June 19, 2017

PETUALANGAN LIMA SEKAWAN : MENANGKAP PENCURI

             
Images : google
  
Teguh sumringah sekali, sehabis terima raport. Paman Hadi  dan sepupunya Mira, berjanji akan membawanya ke desa menghabiskan liburan di rumah Nenek dan Kakek.
                “Asyiiikkk, Paman Hadi datang,” teriak Teguh gembira.
                “Ayo Paman, kita segera berangkat,” rayu Teguh tak sabaran..
                “Eiitt, sabar dulu sayang”, ucap Bunda Teguh dengan lembut
                “Bunda akan membuatkan minum dulu untuk Paman Hadi dan Mira,” ujar bunda nya lagi.
                Setelah selesai mengobrol dengan Ayah dan Bunda Teguh, mereka pun berpamitan, dan tak lupa Bunda Teguh menitipkan oleh-oleh buat Nenek di desa.
                “Guh, Kamu jangan nakal ya di rumah Nenek.” Pesan bunda Teguh.
                “Iya, iya Bunda,” jawab teguh hormat.
                “Ayo Guh, kita berangkat.”
                “Lets go,” teriak Teguh dan Mira bersahutan.
                Paman Hadi adalah adik ayah Teguh yang paling kecil. Setamat kuliah, Paman Hadi langsung di terima mengajar di Sekolah dasar swasta sebagai guru olah raga. Sementara Mira adalah sepupu Teguh, anak dari Bibi Hafsah adik Ayah Teguh yang nomor dua. Teguh dan Mira memang sudah akrab sejak dari kecil karena usia mereka hanya terpaut satu tahun. Teguh duduk dinagku kelas 5 sementara Mira kelas 4 sekolah dasar. Setiap libur sekolah, Teguh dan Mira sering di ajak untuk menghabiskan liburan di rumah Nenek. Maka tak heran jika libur kali ini mereka sangat bersemangat. Sebab Teguh dan Mira telah mempunyai teman-teman di desa, seperti Andi, Nisa dan Hafiz. Namun ada satu hal yang membuat mereka begitu bergairah kerumah Nenek, karena mereka telah membuat rencana untuk mengisi liburan.

Tuesday, June 13, 2017

KUNCI

Images : Google

Suatu ketika di sebuah negeri tinggalah seorag tukang kunci yang mahir. Namanya terkenal hingga kepenjuru negeri. Banyak orang yang datang kepadanya dan mengakui kemampuannya membuat anak kunci. Tak ada lubang pintu ataupun gembok yang tak dapat di bukanya. Tak ada ikatan yang dapat di tembusnya. Segala macam kunci mampu dibuatnya. Tak heran, setiap hari rumahnya selalu di penuhi oleh orang-orang yang meminta bantuannya untuk membuat anak kunci.
Sayang, lambat laun kemasyurannya itu membuatnya sombong, Setiap kali ia berhasil membuka kunci yang tertutup, ia selalu sesumbar, “lihatlah aku, tak ada satupun kunci yang  tak dapat kubuka. Anak kunci buatanku paling hebat dan tak ada yang menandinginya!” Tangannya mengangkat tinggi-tinggi serenceng anak kunci yang terikat pada gelang-gelang besi. Gemerincing besiberadu terdengar di sela-sela tawa si Tukang Kunci.”Akulah siu Raja KUnci …”
Musim terlah berubah, waktu telah berganti, namun kesombongan itu yang sering di pamerkannya semakin menjadi-jadi. Walaupun mengakui kehebatannya, tapi orang-orang tidak suka dengan kesombongan yang sering di pamerkannya. Bahkan kini si tukangkunci itu semakin jumawa. Ia mulai mengaggap dirinya tukang kunci paling hebat seluruh dunia. “Ayo … ayo … siapa lagi yang butuh bantuanku. Tak ada lubang kunci yangtak dapat ku tembus. Tak ada rantai yang tak dapat ku lepaskan,” ujarnya menepuk dada.

Monday, June 12, 2017

MERINDUI MASJID YANG MENJAGA AURAT WANITA

Images : www.tripadvisor.co.id
Sejak menimba ilmu di MAPK Koto Baru Padangpanjang tahun 1999, banyak hal yang saya dapati dan saya pelajari menyangkut persoalan Agama. Disamping belajar tentang kemandirian  juga arti persauadaraan. Berkat bantuan Abang yang saat itu kuliah di UNAND, setamat  Madrasah Tsanawiyah Tanjungpinang saya di daftarkan di MAN Koto Baru Padangpanjang, mengambil program khusus Keagamaan yang lebih di kenal dengan MAPK dengan alasan, khusus siswa/siswi MAPK wajib tinggal di asrama.

                Mondoknya saya di asrama saat itu, sungguh membawa perubahan besar dalam hidup saya. Soal kemandirian itu sudah pasti, sebab dengan tinggal di asrama berarti jauh dari keluarga dan orangtua, apalagi saya yang berasal dari Kepulauan Riau hanya bisa pulang setahun sekali pada libur Ramadhan. Karena jauh dari keluarga, mau tidak mau teman-teman dan seniorlah yang di jadikan saudara, sebagai  tempat mengadu, berkeluh kesah, tawa dan gembira.  Namun, yang paling penting dari semua itu, adalah adanya perubahan besar dalam diri saya, dari segi spiritual.

Friday, June 9, 2017

PERPUSDA PROVINSI KEPRI WISATA EDUKATIF, NAN MURAH MERIAH


Emak-emak rempong yang seperti saya, paling demen ngajak anak-anak kesini. Anak-anak girang, emaknya pun senang. Gimana nggak senang emaknya, kalau emaknya bisa khusuk berselancar di dunia maya, tanpa ada gangguan dan hambatan apalagi suara, tangis, ketawa anak – anak habis berantem terus damai lagi.
 Ini kisah kunjungan kami sebelum Ramadhan kemarin. Kunjungan kedua ke Perpustakaan Daerah Provinsi Kepri. Seharian anak-anak ngetem di Perpustakaan tanpa keluhan apalagi ingin cepat pulang. Kebanyakan kita kan nih mak, sering ngajakin anak-anak main ke time zone, atau arena bermain anak. Jika bawa anak-anak ke arena bermain nggak bakalan cukup uang limapuluh ribu untuk beli  koin. Di tambah lagi, emaknya yang ngos-ngosan ngawasin anak-anak kesana kemari. Seperti saya yang punya tiga pasukan dengan tiga keinginan permainan yang berbeda. Mata saya sibuk ngawasin anak-anak, kuatir hilang karena arena permainan penuh sesak dan ramai pengunjung. Lain ceritanya jika anak-anak di bawa mengunjungi Perpustakaan, akan banyak manfaat terhadap kita para emak maupun buat anak-anak.
Perpustakaan Daerah Provinsi dikenal dengan perpusda Muhammad Yusuf Ahmadi, di resmikan oleh Plt Gubernur provinsi Kepri Bapak Nurdin Basirun, pada Jum’at  20 Mei 2016. Menempati bekas gedung kantor gubernur lama yang terletak di jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang. Bekas kantor Gubernur lama ini  di sulap menjadi perpustakaan yang nyaman, agar para pengunjung dapat menjadikan perpustakaan ini sebagai tempat membaca, berpikir dan berinovasi kerenkan.

Wednesday, June 7, 2017

MAU KEREN dan MAKIN PRODUKTIF, ASUS Eeebook E 202 JAWABANNYA




http://www.uniekkaswarganti.com/2017/05/ASUS-E202-blog-competition-produktif-dan-kreatif-di-mana-saja-dengan-notebook.html
Kebayang nggak  sih, jika lagi ngerjain tugas yang mesti di kumpulin esok hari, mendadak hujan lebat, petir menggelegar, seketika itu listrik padam mana baterai laptop hampir sekarat. Atau kamu yang terbiasa kerja pada bidang digital, trus di kejar deadline, mendadak baper karena laptop pun mati. Hai … hai pasti rasanya campur aduk, galau abiiisss. Mana listrik padamnya semalaman lagi.

Sekarang, zamannya anti galau, anti baper alias mesti tahan banting dan nggak boleh melow lho. Galau punya  laptop yang sering baterai sekarat?, atau hanya tahannya dua jam. Ini nih ASUS EeeBook E202 jawabannya. Lho kok ASUS, bukannya ASUS lebih di kenal dengan smartphonenya?. Baru tahu ya kalau ASUS juga mengeluarkan tipe terbaru jenis notebook. Ini dia, taraaa …  ASUS EeeBook E202ASUS Eeebook E202 memiliki kapasitas daya baterai yang mempuni, tahan selama selama delapan jam. dan memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, karena  USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0. Rendahnya daya kapasitas, menyebabkan baterai tidak cepat terkuras. Jadi, nggak ada kata galau lagi, gegara listrik padam, dan kamu-kamu bisa bekerja dimana saja dan kapan saja. Dijamin kamu makin produktif

Tuesday, June 6, 2017

Kepada Teman Perempuan



Ceritakanlah tentang mimpi kemarin, nyala korek api, nyanyian daun, bisikan angin, buku-buku yang membakar do’a – do’a dan lumpur serta bau tanah yang masih memenuhi laci lemarimu.
Mau kah, ku ajak untuk pergi bersama angin, meski malam berjalan bagai panas yang menghanguskan.
“Aku sudah penat,” katamu,
“Aku ingin mematahkan belenggu-belenggu yang membuat letih kakiku,”ujarmu lagi.
Tunggulah kawan
Sebentar,
Kita sudah letih mendaki jalan ini, jiwa kita gemetaran terhadap teror perjalanan.
Tapi,
Tetaplah berdiri diatas kakimu,
Karena di persimpangan jalan, kita masih bisa menatap Mentari.
Walau dengan itu, kau mesti mencari serpihan kulit yang kau robek dari tanganmu sendiri.
Tanjungpinang, 4 Juni 2017

Entri Populer